• Fungsi Logika dan Aplikasi

    0

          Fungsi Logika merupakan sebuah fungsi yang digunakan untuk menguji suatu kondisi dengan menggunakan syarat tertentu. Pada Microsoft Office Excel, penulisan rumus fungsi logika diawali dengan =IF.
    Fungsi logika memerlukan beberapa operator, di antaranya :
    =          (sama dengan)
    <          (lebih kecil dari)
    >          (lebih besar dari)
    <=        (lebih kecil sama dengan)
    >=        (lebih besar sama dengan)
    <>        (tidak sama dengan)

    Berikut ini adalah beberapa jenis fungsi logika yang ada pada Microsoft Office Excel :

    FUNGSI LOGIKA TUNGGAL
    Untuk memecahkan fungsi logika yang hanya mempunyai 2 kemungkinan jawaban benar. Contoh : benar – salah, laki-laki – perempuan, dll

    Format penulisan :
    =IF(Logical_test, value if true, value if false)

    Contoh kasus :
    Jika isi sel A1 adalah L, maka tercetak “laki-laki”, jika tidak akan tercetak “Perempuan”.

    Penyelesaian :
    =IF(A1=”L”,”Laki-laki”,”Perempuan”)

    FUNGSI LOGIKA MAJEMUK / BERTUMPUK
    Untuk memecahkan fungsi logika yang memiliki lebih dari 2 kemungkinan jawaban benar.

    Format penulisan :
    =IF(Logical_test1, value if true1, IF(Logical_test2,value if true2,value if false))

    Contoh kasus :
    Jika isi sel A1 adalah A, maka jabatan adalah “Manager”, jika B maka jabatan adalah “Supervisor”, Jika C maka jabatan adalah “Marketing”, selain itu diberi tanda “-“.

    Penyelesaian :
    =IF(A1=”A”,”Manager”,IF(A1=”B”,”Supervisor”,IF(A1=”C”,”Marketing”,”-“)))

    FUNGSI LOGIKA AND
    Fungsi logika yang memiliki 2 syarat, dan kedua syarat tersebut harus dipenuhi agar bernilai benar
    Format penulisan :
    =IF(AND(Logical_test1, Logical_test2),value if true, value if false)
    Contoh kasus :
    Jika usia (A1) di atas 17 dan status (B1) Menikah, maka tercetak mendapat tunjangan 500000, jika tidak akan tercetak akan mendapat tunjangan 100000
    Penyelesaian :
    =IF(AND(A1>17,B1=”Menikah”),500000,100000)

    FUNGSI LOGIKA OR
    Fungsi logika yang memiliki 2 syarat, dan salah satu syarat tersebut harus dipenuhi agar bernilai benar.

    Format penulisan :
    =IF(OR(Logical_test1, Logical_test2),value if true, value if false).

    Contoh kasus :
    Jika usia (A1) di atas 17 atau status (B1) Menikah, maka tercetak mendapat tunjangan 500000, jika tidak akan tercetak akan mendapat tunjangan 100000.

    Penyelesaian :
    =IF(OR(A1>17,B1=”Menikah”),500000,100000)


    Operator Matematika
    Operator matematika yang digunakan adalah :
    Lambang
    Fungsi
    +
    Penjumlahan
    -
    Pengurangan
    *
    Perkalian
    /
    Pembagian
    ^
    Perpangkatan
    %
    persentase

    Note :
    Setiap penulisan rumus selalu diawali dengan
    tanda sama dengan ( = ), dan setelah siap memasukkan rumus harus menekan Enter

    Contoh Penulisan :
    = 300 + 50 (lalu tekan enter)
    = 123 – 100
    = 70 * 2
    =60 / 4
    =8^2
    =10%

    Fungsi SUM
    Fungsi Sum digunakan untuk melakukan penjumlahan sekumpulan data pada suatu
    range. Bentuk penulisannya : = SUM(number1, number2, ……)

    Contoh : = SUM(3,4,7) Tekan Enter atau =SUM(A1:A10)

    Fungsi MAX
    Fungsi Max digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range).
    Bentuk penulisannya adalah : =MAX(number1,number2,……)
    Contoh : =MAX(14,25,21) Tekan Enter atau =MAX(A1:A10)

    Fungsi MIN
    Fungsi Min digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data (range).
    Bentuk penulisannya adalah : =MIN(number1, number2,……)

    Contoh : =MIN(40,5,2) Tekan Enter atau =MIN(A1:A10)

    Fungsi COUNT
    Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang dipilih.
    Bentuk penulisannya adalah : =COUNT(value1, value2,…..)

    Contoh : =COUNT(2,2,2,2,2,2,2) Tekan Enter atau =COUNT(A1:A10)

    Fungsi AVERAGE
    Fungsi Average digunakan untuk menghitung nilai-nilai rata-rata. Bentuk penulisannya
    adalah : =AVERAGE(number1, number2,…)

    Contoh : =AVERAGE(10,5) Tekan Enter atau =AVERAGE(A1:A10)

    Fungsi ROUND
    Fungsi Round digunakan untuk membulatkan bilangan ke digit tertentu. Bentuk
    penulisannya adalah : =ROUND(number,num_digits)

    Contoh : =ROUND(123.4567,1) Tekan Enter atau =ROUND(A1,2)

    Fungsi SQRT
    Fungsi Sqrt digunakan untuk menghasilkan suatu nilai akar kwadrat dari suatu bilangan.
    Bentuk penulisannya adalah : =SQRT(number).


    Contoh : =SQRT(9) Tekan Enter atau =SQRT(A1)
  • Dasar Logika

    0
          Logika Matematika  adalah sebuah cabang matematika yang merupakan gabungan dari ilmu logika dan ilmu matematika. Logika matematika akan memberikan landasan tentang bagaimana cara mengambil kesimpulan. 
          Hal paling penting yang akan kalian dapatkan dengan mempelajari logika matematika adalah kemampuan dalam mengambil dan menentukan kesimpulan mana yang benar atau salah. Materi logika matematika yang akan dibahas kali ini adalah mengenai pernyataan, negasi , disjungsi , konjungsi , implikasi , biimplikasi, tautologi , kontradiksi , dua pernyataan yang ekuivalen, kalimat berkuantor, serta penarikan kesimpulan.


    Logika matematika

         Pernyataan

          Pernyataan di dalam logika matematika adalah sebuah kalimat yang di dalamnya terkandung nilai-nilai yang dapat dinyatakan 'benar' atau 'salah' namun kalimat tersebut tidak bisa memiliki kedua-duanya (salah dan benar). Sebuah kalimat tidak bisa kita nyatakan sebagai sebuah pernyataan apabila kita tidak bisa menentukan apakah kalimat tersebut benar atau salah dan bersifat relatif. Di dalam logika matematika di kenal dua jenis pernyataan yaitu pernyataan tertuutp dan terbuka.

    Pernyataan tertututp adalah kalimat pernyataan yang sudah bisa dipastikan nilai benar-salahnya.
    Pernyataan terbuka adalah kalimat pernyataan yang belum bisa dipastikan nilai benar salahnya.

    Agar lebih mudah memahaminya, perhatikan contoh berikut ini:

    ·         30 + 5 = 35 (sudah pasti benar/pernyataan tertutup)
    ·         30 x 5 = 200 (sudah pasti salah/pernyataan tertutup)
    ·         Buah maja rasanya pahit (harus dibuktikan dahulu/ pernyataan terbuka)
    ·         Jarak antara anyer dan jakarta adalah jauh (pernyataan relatif)

    Negasi / pernyataan ingkaran

          Negasi atau biasa disebut dengan ingkaran adalah kalimat berisi sanggahan, sangkalan, negasi biasanya dibentuk dengan cara menuliskan kata-kata 'tidak benar bahwa...' di depan pernyataan yang disangkal/sanggah,. Seperti pada contoh yang ada di bawah ini:

    Pernyataan A : 
          Becak memiliki roda tiga buah.

    Negasi dari pernyataan A : 
          Tidak benar bahwa becak memiliki roda tiga buah.


    Pernyataan Majemuk

          Pernyataan majemuk di dalam logika matematika terdiri dari disjungsi , konjungsi , implikasi , dan biimplikasi berikut masing-masing penjelasannya:

    Konjungsi

          Di dalam logika matematika, dua buah pernyataan dapat digabungkan dengan menggunakan simbol (^) yang dapat diartikan sebagai ‘dan’ . Tabel berikut ini menunjukan logika yang berlaku dama sistem konjungsi:

    p
    q
    P ^ q
    Logika matematika
    B
    B
    B
    Jika p benar dan q benar maka p dan q adalah benar
    B
    S
    S
    Jika p benar dan q salah maka p dan q adalah salah
    S
    B
    S
    Jika p salah dan q benar maka p dan q adalah salah
    S
    S
    S
    Jika p salah dan q salah  maka p dan q adalah salah


    Dari table di atas dapat diambil kesimpulan bahwa di dalam konsep konjungnsi, kedua pernyataan haruslah benar agar dapat dianggap benar selain itu pernyataan akan dianggap salah.

    Disjungsi

          Selain menggunakan 'dan', dua buah pernyataan di dalam logika matematika dapat dihubungkan dengan simbol (v) yang diartikan sebagai 'atau'. Untuk memahaminya, perhatikan tabel di bawah ini:

    p
    q
    P v q
    Logika matematika
    B
    B
    B
    Jika p benar dan q benar maka p atau q adalah benar
    B
    S
    B
    Jika p benar dan q salah maka p atau q adalah benar
    S
    B
    B
    Jika p salah dan q benar maka p atau q adalah benar
    S
    S
    S
    Jika p salah dan q salah  maka p atau q adalah salah

    Karena di dalam disjungsi menggunakan konsep ‘atau’ artinya apabila salah satu atau kedua pernyataan memiliki nilai benar maka logika matematikanya akan dianggap benar. Pernyataan akan dianggap salah bila keduanya memiliki nilai salah.

    Implikasi

    Implikasi merupakan logika matematika dengan konsep kesesuaian. Kedua pernyataan akan dihubungkan dengan menggunakan simbol ( => ) dengan makna 'jika p ... Maka q ...'. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan dalam tabel berikut:

    p
    q
    p => q
    Logika matematika
    B
    B
    B
    Jika awalnya BENAR lalu akhirnya BENAR maka dianggap BENAR
    B
    S
    S
    Jika awalnya BENAR lalu akhirnya SALAH maka dianggap SALAH
    S
    B
    B
    Jika awalnya SALAH lalu akhirnya BENAR maka dianggap BENAR
    S
    S
    B
    Jika awalnya SALAH lalu akhirnya SALAH maka dianggap BENAR

    Biimplikasi

          Di dalam biimplikasi, pernyataan akan dianggap benar bila keduanya memilki nilai sama-sama benar atau sama-sama salah. Selain itu maka pernyataan akan dianggap salah. Biimplikasi ditunjukan dengan symbol (ó) dengan makna ‘ p ….. Jika dan hanya jika q …..'

    p
    q
    p ó q
    Logika matematika
    B
    B
    B
    P adalah BENAR jika dan hanya jika q adalah BENAR (dianggap benar)
    B
    S
    S
    P adalah BENAR jika dan hanya jika q adalah SALAH (dianggap salah)
    S
    B
    B
    P adalah SALAH jika dan hanya jika q adalah BENAR (dianggap salah)
    S
    S
    B
    P adalah SALAH jika dan hanya jika q adalah SALAH (dianggap benar)

    Ekuivalensi pernyataan majemuk

          Ekuivalensi pernyataan majemuk artinya persesuaian yang bisa diterapkan dalam konsep-taan majemuk yang telah di jelaskan di atas. dengan begitu kita dapat mengetahui negasi dari konjungsi, disjungsi, implikasi dan juga biimplikasi. konsep ekuivalensi dinyatakan dalam rumus-rumus tertentu seperti yang ada pada gambar di bawah ini:

    11      ~(p ^ q )= ~ p Ú ~q
    22    ~(p Ú q )= ~ p Ú ~q
    33      p ^  (q Ú r )= (p ^ q ) v (p ^ r)
    44      p ^  (q ^ r )= (p ^ q ) ^ (p ^ r)
    55      p ® q = p Ú ~q
    66      ~(p®q)= p^ ~q
    77      p ↔q = (p®q)^(q ®p)
    = (~p Ú q)^ (~q Ú p)

    88.    ~ p ↔ q = (p ^ q) v (q^ ~p)

    Konvers, Invers dan Kontraposisi

    Konsep ini dapat diterapkan dalam sebuah pernyataan implikasi. Setiap pernyataan implikasi memiliki sifat Konvers, Invers dan Kontraposisi seperti yang ada pada gambar bawah ini:

    Jika di ketahui implikasi p ® q , maka :

    Konversnya adalah q ® p
    Inversnya adalah ~ p® ~q
    Kontraposisinya adalah ~q ®~p



    Kuantor pernyataan

    Pernyataan berkuantor adalah bentuk pernyataan di mana di dalamnya terdapat konsep kuantitas. Ada dua jenis kuantor yaitu kuanor universal dan kuantor eksistensial.

    Kuantor universal digunakan dalam pernyataan yang menggunakan konsep setiap atau semua.
    Contoh :  v x R, x > 0 dibaca untuk setiap x anggota bilangan eiil maka berlaku x > 0.

    Kuantor eksistensial digunakan dalam pernyataan yang mengandung konsep ada, sebagian, beberapa, atau terdapat.
    Contoh : v x R, x+5>1 dibaca terdapat x anggota bilangan riil dimana x+5>1.

    Ingkaran dari pernyataan berkuantor

    Pernyataan berkuantor juga memiliki negasi atau ingkaran. Negasi dari kuantor universal adalah kuantor eksistensial begitu jugas sebaliknya. Seperti pada contoh di bawah ini:

    Contoh :
      P : beberapa siswa SMA rajin belajar.
    ~p : semua siswa SMA tidak rajin belajar.


    Penarikan Kesimpulan

    Kesimpulan dapat dilakukan dengan menelaah premis atau pernyataan-pernyataan yang kebenarannya telah dketahui. Perhatikan beberapa konsep penarikan kesimpulan di dalam logika matematika berikut ini:

    Modus ponens

    Premis 1 : p ® q
    Permis 2 : p
    Kesimpulan : q
    Arti modus ponens adalah “ Jika diketahui p ® q dan p, maka bisa ditarik kesimpulan q”.
    Sebagai contoh :
    Premis 1 : jika bapak datang maka adik akan senang
    Premis 2 : bapak datang______________________
    Kesimpulan : adik senang

    Modus Tollens

    Premis 1 : p ® q
    Premis 2 : ~ q
    Kesimpulan : ~ p
    Modus Tollens berarti “ jika diketahui p ® q dan ~q, maka bisa ditarik kesimpulan ~p”
    Sebagai conteh:
    Premis 1 : jika hujan, maka adik memakai paying
    Premis 2 : adik tidak memakai payung ________
    Kesimpulan : hari tidak hujan.


    Silogisme

    Premis 1 : p ® q
    Premis 2 : q ® r              ( silogisme)
    Kesimpulan: p ® r

    Silogisme berarti “jika di ketahui p ® q dan q ® r, maka bisa ditarik kesimpulan p ® r”.
    Sebagai contoh :
    Premis 1 : jika harga BBM naik, maka harga bahan pokok naik.
    Premis 2 : jika harga bahan pokok naik maka semua orang tidak senang.
    Kesimpulan : Jika harga BBM naik, maka semua orang tidak senang.



  • Diberdayakan oleh Blogger.

    Copyright © - INFORMATIKA

    INFORMATIKA - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan